Showing posts with label Penyakit Terkutuk. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Terkutuk. Show all posts

Penyakit Aids Dan Pengobatan

0 komentar

Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai pengertian penyakit AIDS, penyebab penyakit AIDS, Pola atau cara penularan penyakit AIDS serta penanganan dan pengobatan yang diberikan kepada penderita penyakit HIV+ atau AIDS.

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun. Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.

# Cara Penularan virus HIV AIDS
1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.

2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb

3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.

4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.

Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat
serta Urine (Air seni atau air kencing).

# Tanda dan Gejala Penyakit AIDS
Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.

Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :

1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.

2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.

3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.

4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.

5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.

6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah 'pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal).

# Penanganan dan Pengobatan Penyakit AIDS
Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.

Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas. http://www.infopenyakit.com



Mendeteksi Penyakit AidsDalam Mulut

0 komentar

Aids merupakan salah saru penyakit yang sangat menular dan pembunuh masal. sebagian dari kita kadang tidak mengetahui AIDS secaara pasti. Berikut saya jelaskan ciri-ciri orang yang terinfeksi AIDS pada rongga mulut.AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang ditandai dengan rusaknya
system kekebalan tubuh sehingga mudah diserang berbagai macam infeksi. AIDS
disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Sampai saat ini belum dapat diketahui dengan pasti dari mana mulai
berjangkitnya penyakit AIDS. Penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa,
namun ditularkan melalui hubungan seksual, kontak dengan darah yang tercemar
HIV dan melalui jarum suntik atau alat kedokteran lainnya yang tercemar HIV.
Sebaliknya AIDS tidak dapat ditularkan melalui gigitan serangga, minuman, atau
kontak biasa dalam keluarga, sekolah, kolam renanng, WC umum atau tempat kerja
dengan penderita AIDS.Gejala Klinis AIDS
AIDS mempunyai spectrum yang luas pada gambaran klinis. Pada awal
permulaan terdapat gejala-gejala seperti terkena flu. Penderita merasa lelah yang
berkepanjangan dan tanpa sebab, kelenjar-kelenjar getah bening dileher, ketiak,
pangkal paha membengkak selama berbulan bulan, nafsu makan menurun/hilang,
demam yang terus menerus mencapai 39 derajat Celcius atau berkeringat pada
malam hari, diarrhea, berat badan turun tampa sebab, luka-luka hitam pada kulit
atau selaput lendir yang tidak bias ssembuh, batuk-batuk yang berkepanjangan dan
dalam kerongkongan, mudah memar atau pendarahan tanpa sebab. Gejala-gejala
awal ini sering disebut AIDS Related Complex (ARC). Bila keadaan penyakit ini
meningkat, penyakit ganas lain berkembang seperti: radang paru (penumocytis
carinii), kandiasis oesophagus, cytomegalovirus atau herpes, sarcoma kaposi, tumor
ganas pembuluh darah.

Manifestasi AIDS dirongga mulut
Sekitar 95% penderita AIDS mengalami manifestasi pada daerah kepala dan
leher sebagaimana juga menurut Shiod dan Pinborg 1987. Manifestasi di mulut
seringkali merupakan tanda awal infesi HIV

Infeksi karena jamur (Oral Candidiasis)
Kandiasi nulut sejauh ini merupakan tanda di dalam mulut yang paling sering
dijumpai baik pada penderita AIDS maupun AIDS related complex (ARC) dan
merupakan tanda dari manifestasi klinis pada penderita kelompok resiko tinggipada
lebih 59% kasus.
Kandiasis mulut pada penderita AIDs dapat terlihat berupa oral thrush, acute
atrophic candidiasis, chronic hyperplastic candidiasis, dan stomatis angularis
(Perleche).

Infeksi karena virus
Infeksi karena virus golongan herpes paling sering dijumpai pada penderita AIDS
dan ARC. Infeksi virus pada penderita dapat terlihat berupa stomatis herpetiformis,
herpes zoster, hairy leukoplakia, cytomegalovirus.

Infeksi karena bakteri
Infeksi karena bakteri dapat berupa HIV necrotizing gingivitis maupun HIV
periodontitis.
a. HIV necrotizing gingivitis
HIV necrotizing gingivitis dapat dijumpai pada penderita AIDS maupun
ARC. Lesi ini dapat tersembunyi atau mendadak disertai pendarahan waktu
menggosok gigi, rasa sakit dan halitosis.
Necrotizing gingivitis paling sering mengenai gingiva bagian anterior. Pada
situasi ini, pabila interdental dan tepi gingiva akan tampak berwarna merah,
bengkak, atau kuning keabu-abuan karena nekrosis, bakan sering terjadi
necrotizing ulcrerative gingivitis yang parah dan penyakit periodontal yang
progresif sekalipun kebersihan mulut terjaga dengan baik dan walaupun telah
diberikan antibiotika.

b. HIV periodontitis
Penyakit periodontal yang berlangsung secara progresif mungkin
merupakan indicator awal yang dapat ditemukan pada infeksi HIV. Dokter gigi
seyogyanya mendiagnosa secara dini proses kerusakan tulang alveolar
tersebut dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan adnya infeksi HIV.
Hal ini disebabkan terutama oleh adanya fakta bahwa sejumlah penderita
AIDS yang mengalami kerusakan tulang alveolar yang cepat.

Neoplasma
Sarkoma kaposi yang berhubungan dengan AIDS tampak sebagai penyakit
yang lebih ganas dan biasanya telah menyebar pada saat dilakukan diagnosa awal.
Kira-kira 40% penderita AIDS dengan sarcoma kaposi akn meninggal dalam waktu
kurang lebih satu tahun dan biasanya disertai dengan infeksi opotunistik yang lain
(misalnya pneumocystic carinii, jamur, virus, bakteri).
Manifestasi mulut sarcoma kaposi biasanya merupakan tanda awal AIDS dan
umumnya (50%) ditemukan dalam mulut pria homoseksual. Selain mulut, sarcoma
ini juga dapat ditemukan dikulit kepala dan leher. Sarkoma kaposi pada mulut
biasanya terlihat mula –mula sebagai macula, nodul dan plak yang datar atau
menonjol, biasanya berbewntuk lingkaran dan berwarna merah atau keunguan.
Terletak pada palatum dan besarnya dari hanya beberapa millimeter sampai
centimeter. Bentuknya tidak teratur, dapat tunggal atau multiple dan biasanya
asintomatik, sehingga baru disadari oleh pasien bila lesi sudah menjadi agak besar.

Kelainan lain didalam mulut
Kelainan-kelainan ini tidak diketahui sebabnya, dapat timbul berupa :
a. Stomatis aphtosa rekuren, terutama tipe mayor.
b. Ulkus nekrotik yang meluas sampai ke fausia.
c. Xerostomia
d. Pembesaran kelenjar parotis, terutama penderita AIDS anak-anak.
e. Idiophatic thrombocytopenia purpura.
f. Palsi wajah
g. Addisonian mucosal hyperpigmentation
h. Limfadenopati submandibula.
i. Hiperpigmentasi melanotik
j. Penyembuhan luka yang lama
k. Bayi yang lahir dengan infeksi AIDS dapat mengalami deformasi wajah.

http://aldakqwah.blogspot.com/


Hiv,Aids Dan Solusi Islam

0 komentar
HIV berarti Human Immunodeficiency Virus. HIV hanya menular pada manusia. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yang melindungi tubuh terhadap infeksi. Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi. Segera setelah terinfeksi, beberapa orang mengalami gejala yang mirip gejala flu selama beberapa minggu. Selain itu tidak ada tanda infeksi HIV. Tetapi, virus tetap ada di tubuh dan dapat menularkan orang lain.
Sedangkan AIDS berarti Acquired Immune Deficiency Syndrome. Mendapatkan infeksi HIV menyebabkan sistem kekebalan akan semakin lemah. Keadaan ini akan membuat orang mudah diserang beberapa jenis penyakit (sindrom) yang kemungkinan tidak mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Penyakit tersebut disebut sebagai infeksi oportunistik.
Penyakit yang tidak memandang umur, lapisan masyarakat dan gender ini sudah menjadi hal utama yang harus diberikan kepedulian ekstra. Berdasarkan data yang ada, kini pengidap HIV dan AIDS tercatat sebanyak 14.628 kasus. Sebagian pengidap penyakit ini berumur 20 -29 tahun dan juga menyerang anak berusia dibawah 15 tahun. Terlalu muda untuk generasi yang masih mempunyai jalan yang panjang dan juga masa depan yang lebih baik.

JJumlah Penderita

menurut statistik internasional yang terakhir di perbaharui pada November 2007, orang yang hidup dengan HIV sebayak 33,2 juta orang di seluruh dunia yang terbagi menjadi 30,8 juta orang dewasa, 15,4 juta wanita, 2,5 juta anak-anak dibawah usia 15 tahun. Kasus baru HIV yang ditemukan pada tahun 2007 sebanyak 2,3 juta kasus yang terdiri dari 2,1 juta orang dewasa dan 420.000 anak-anak dibawah usia 15 tahun (situs worlaidsday.org). Untuk Indonesia, menurut data Kementrian Kesehatan pada Juni 2007 menyebutkan jumlah kasus AIDS di Indonesia meningkat menjadi 9.689 kasus, dan 82 persen diantaranya menimpa penderita usia produktif (15-49 tahun).

Di makassar sendiri, berdasarkan data Care Support and Treat (CST) sebanyak 70 % atau 112 kasus dari total 169 kasus HIV/AIDS yang ditangani Rumah Sakit (RS) Dr Wahidin Sudirohusodo, sepanjang tahun 2004-2006, berasal dari kalangan pelajar SMA dan mahasiswa. Lebih lanjut, berdasarkan data RS Wahidin yang merupakan rumah sakit rujukan kasus HIV/AIDS di Sulsel dan Sulbar diketahui, total Orang dengan HIV/AIDS (Odha) yang meninggal sejak tahun 2004 hingga 2007 mencapai 107 orang, dengan rincian 92 laki-laki dan sisanya 15 orang perempuan. Khusus sepanjang tahun 2007, sejak Januari hingga Mei, tercatat 16 Odha yang dirawat di RS Wahidin meninggal dunia dalam usia produktif. Sedang total yang dirawat inap sejak Januari hingga Mei 2007 sebesar 53 orang. Lebih rendah dari periode yang sama tahun 2006 lalu yakni 130 orang

Tidak Sebatas Hari Peringatan. LAWAN

Seperti tahun 2007 kemarin, tema yang diangkat masih tema KEPEMIMPINAN, dengan slogan kampanye, “Stop AIDS, Keep the Promise (Stop AIDS, Tepati Janji).

Dunia telah menetapkan 1 Desember menjadi Hari AIDS Sedunia. Diharapkan dengan adanya Hari AIDS Sedunia, masyarakat lebih bisa peduli akan bahaya AIDS dan mengetahui bagaimana penanggulangan dan juga pencegahan penyakit ini. Berbagai upaya sudah dilakukan dari berbagai sektor, baik dari Lembaga pemerintah, LSM, Swasta maupun kelompok masyarakat peduli AIDS.

Terlepas dari peringatan hari AIDS sedunia yang orang-orang pun berlainan cara untuk memperingatinya, jelasnya bahwa AIDS merupakan salah satu fenomena yang telah mendunia. Penyakit ini menyerang siapa saja, tidak pandang bulu. Semuanya bisa terserang penyakit membahayakan ini. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang memiliki stoke orang dengan HIV/AIDS (ODA) terbesar.

Tentunya ini juga menjadi keprihatinan kita bersama. Kita tidak akan diam begitu saja melihat monster ini terus berkembang, minimal kita punya keprihatinan melihat kondisi seperti itu dengan tidak menambah lagi stoke ODA di Indonesia.

Indonesia sebagai negara berkembang harus lebih mewaspadai akan bahaya dari penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini layaknya fenomena gunung es. Kondisi seperti itu sangat berbahaya bagi kehidupan bangsa Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Penyakit ini berpengaruh pada seluruh sendi kehidupan, tidak hanya merusak secara fisik, namun juga merusak secara sosial. HIV/AIDS mengakibatkan terhambatnya produktifitas seseorang karena virus tersebut merusak seluruh jaringan dalam tubuh penderita dan mereka yang mengidap biasanya meninggal dalam usia muda.

Hal yang paling Real untuk melakukan perlawanan terhadap penyebaran HIV AIDS adalah dengan cara menghindari pergaulan bebas. Walaupun bukan sebagai satu-satunya sumber, Seks bebas tetaplah merupakan faktor yang cukup dominan dibandingkan dengan penularan melalui jarum suntik (kesalahan medis, juga pemakaian narkoba), melalui keturunan (penurunan gen dari ibu yang mengidap AIDS ke anak yang dilahirkannya).

Sekedar mengamati, telah terjadi pergeseran nilai di dalam tatanan kehidupan sosial-budaya kita. Negara indonesia yang dulunya terkenal agamis dan memiliki nilai-nilai budaya yang luhur kini musnah sudah dihantam badai globalisasi yang membawa arus informasi dan budaya barat yang jauh dari tatanan nlai-nilai ketuhanan. Semuanya atas nama modernitas, serbuan media yang sudah terlanjur dibuka krannya ternyata memberi dampak negatif tersendiri. Pop Culture masuk ke negeri ini tanpa sensor atau filter moral. Parahnya, serbuan ini tak terbendung dan menjadikan kalangan tua semakin permissive menerimanya bahkan ikut-ikutan menerimanya. Salah satunya seks bebas sudah menjadi bagian tak terpisah dari Pop Culture yang sudah menjadi kecendrungan budaya di Indonesia.

Peran Penting Ajaran Agama

Sejatinya, dengan mengamalkan ajaran agama diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi setiap pribadi. Namun sangat disayangkan sakralitas agama mengalami dekonstruksi yang luar biasa dahsyatnya. Liberalisme yang merasuk ke segala aspek kehidupan menjadi salah satu katalis bahkan dianggap sebagai biang desakralisasi agama dalam kehidupan. Hal ini disadari atau tidak, berimplikasi pada kehidupan beragama yang kian hari kian luntur. Agama mulai ditinggalkan, bisa jadi hanya tinggal prosesi budaya kering makna. Masyarakat akan kembali pada agama manakala terjadi prosesi kelahiran, khitanan, pernikahan, terakhir ditimpa kematian. Agama hanya menjadi simbol budaya tapi tidak perilaku keseharian. Beragama minus Tuhan di dalamnya.

Tarulah sebagai contoh perilaku agama yang ditinggalkan. Tentang larangan untuk berlaku zina dan sistem pergaulan laki-laki dan perempuan dalam Islam. Toh kini peringatan tabu dari Tuhan tersebut kini dilabrak dengan budaya pergaulan bebas yang di import dan ditelan bulat-bulat dari budaya dan peradaban jahiliyah modern (barat).

Masalah HIV/AIDS boleh jadi lebih tepat disebut sebagai cobaan, ujian yang buruk atau peringatan keras Tuhan kepada manusia. Terhadap cobaan buruk ini Tuhan memperingatkan agar semua orang waspada dan berhati-hati, serta menghindari perbuatannya. Al-Qur’ân menyatakan: “Berhati-hati dan jagalah diri kamu dari sebuah “fitnah” (cobaan buruk) yang tidak hanya menimpa mereka yang melakukan kezaliman (penyimpangan)”. ( Q.S. al-’Anfâl [8]:25).

Ini merupakan perintah Tuhan untuk pencegahan dari semua perbuatan yang buruk yang diarahkan terhadap semua orang yang berada dalam lingkungan sosial yang buruk. Jika persoalan HIV/AIDS bukan hanya dipandang sebagai masalah medis dan kesehatan fisikal, melainkan merupakan masalah sikap mental dan gaya hidup, maka pencegahan harus dilakukan melalui perubahan atasnya.

Mempropagandakan pemakaian kondom bukanlah solusi yang dapat menyelesaikan masalah, malah yang pasti menimbulkan masalah baru. Selain melanggengkan seks bebas, juga AIDS bakal makin merajalela.

Solusi Islam

Menurut Islam, siapa saja yang melakukan seks bebas akan diganjar sanksi hukum segera setelah persyaratan sanksi tersebut terpenuhi. Seperti pelaku perzinahan, mereka akan dirajam untuk yang sudah (pernah) berkeluarga, dan akan dijilid (cambuk) bagi yang masih lajang. Dengan demikian, Daulah Khilafah (negara Islam) akan menertibkan, lebih tepatnya memberangus tanpa ampun segala bentuk pergaulan bebas, perzinahan, dan prostitusi. Kemudian menghukum kaum homoseks dan lesbi. Karena semua itu adalah ‘pintu gerbang’ penyebaran AIDS secara efektif. Bagaimana dengan yang sudah kena AIDS seperti sekarang? Mereka harus dikarantina, jangan sampai mereka menularkan ‘benih’ virus HIV yang ada di tubuhnya ke orang lain.

Memang harus demikian caranya, sebab membabat penyebaran AIDS, hanya dengan meminggirkan kompleks pelacuran, dengan dalih mengganggu keindahan kota, atau membuat lembaga konseling remaja tentang AIDS tidak bisa menyelesaikan masalah. Satu-satunya cara hanya dengan memberlakukan tiga kontrol yang didapat dari perspektif Islam, pertama kontrol individu, yakni takwa individu harus terjaga dengan baik, kemudian yang kedua kontrol masyarakat, masyarakat harus sepakat bahwa pelecehan seksual, pelacuran, pergaulan bebas adalah dilarang oleh Islam, kemudian kontrol yang ketiga adalah kontrol negara, negara tidak memberi ruang apalagi memfasilitasi sarana-sarana kemaksiatan yang menjurus kepada perilaku zina dan pergaulan bebas.


Adakah Obat Untuk Penyakit Aids

0 komentar
AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.

HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.


Obat-obatan yang telah ditemukan pada saat ini menghambat pengubahan RNA menjadi DNA dan menghambat pembentukan protein-protein aktif. Enzim yang membantu pengubahan RNA menjadi DNA disebut reverse transcriptase, sedangkan yang membantu pembentukan protein-protein aktif disebut protease.

Untuk dapat membentuk protein yang aktif, informasi genetik yang tersimpan pada RNA virus harus diubah terlebih dahulu menjadi DNA. Reverse transcriptase membantu proses pengubahan RNA menjadi DNA. Jika proses pembentukan DNA dihambat, maka proses pembentukan protein juga menjadi terhambat. Oleh karena itu, pembentukan virus-virus yang baru menjadi berjalan dengan lambat. Jadi, penggunaan obat-obatan penghambat enzim reverse transcriptase tidak secara tuntas menghancurkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan jenis ini hanya menghambat proses pembentukan virus baru, dan proses penghambatan ini pun tidak dapat menghentikan proses pembentukan virus baru secara total.

Obat-obatan lain yang sekarang ini juga banyak berkembang adalah penggunaan penghambat enzim protease. Dari DNA yang berasal dari RNA virus, akan dibentuk protein-protein yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan partikel virus yang baru. Pada mulanya, protein-protein yang dibentuk berada dalam bentuk yang tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, maka protein-protein yang dihasilkan harus dipotong pada tempat-tempat tertentu. Di sinilah peranan protease. Protease akan memotong protein pada tempat tertentu dari suatu protein yang terbentuk dari DNA, dan akhirnya akan menghasilkan protein yang nantinya akan dapat membentuk protein penyusun matriks virus (protein struktural) ataupun protein fungsional yang berperan sebagai enzim.


Menurut Flexner (1998), pada saat ini telah dikenal empat inhibitor protease yang digunakan pada terapi pasien yang terinfeksi oleh virus HIV, yaitu indinavir, nelfinavir, ritonavir dan saquinavir. Satu inhibitor lainnya masih dalam proses penelitian, yaitu amprenavir. Inhibitor protease yang telah umum digunakan, memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan. Semua inhibitor protease yang telah disetujui memiliki efek samping gastrointestinal. Hiperlipidemia, intoleransi glukosa dan distribusi lemak abnormal dapat juga terjadi.


Uji klinis menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan menggunakan inhibitor protease saja dapat menurunkan jumlah RNA HIV secara signifikan dan meningkatkan jumlah sel CD4 (indikator bekerjanya sistem imun) selama minggu pertama perlakuan. Namun demikian, kemampuan senyawa-senyawa ini untuk menekan replikasi virus sering kali terbatas, sehingga menyebabkan terjadinya suatu seleksi yang menghasilkan HIV yang tahan terhadap obat. Karena itu, pengobatan dilakukan dengan menggunakan suatu terapi kombinasi bersama-sama dengan inhibitor reverse transcriptase. Inhibitor protease yang dikombinasikan dengan inhibitor reverse transkriptase menunjukkan respon antiviral yang lebih signifikan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama (Patrick & Potts, 1998).

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan yang telah ditemukan hanya menghambat proses pertumbuhan virus, sehingga jumlah virus dapat ditekan.

Oleh karena itu, tantangan bagi para peneliti di seluruh dunia (termasuk Indonesia) adalah untuk mencari obat yang dapat menghancurkan virus yang terdapat dalam tubuh, bukan hanya menghambat pertumbuhan virus. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuk ditemukannya obat yang berasal dari alam. Penelusuran senyawa yang berkhasiat tentunya memerlukan penelitian yang tidak sederhana. Dapatkah obat tersebut ditemukan di Indonesia? Wallahu a'lam.


Copyright © ABDYA ACEH INDONESIA