Benarkah Ada Kehidupan Manusia Di Planet Lain?

0 komentar

Jika hal ini ditanyakan kepada seseorang di antara kita, ternyata satu sama lain memberikan jawaban
yang berbeda. Tetapi kebanyakan di antara mereka memberikan jawaban tidak ada, belum yakin,
ragu-ragu karena dikatakan oleh mereka bahwa sekarang ini Amerika atau orang Barat belum
menemukan. Inilah kenyataan yang terjadi, bahwa orang cenderung lebih percaya kepada orang Amerika daripada kepada Wahyu yang ada dalam Al Qur’an.

Hal demikian memang wajar-wajar saja, karena:

1. Pihak Amerika-lah yang memang getol mengadakan penelitian tentang keadaan ruang angkasa, maka
mereka yang dianggap lebih mengetahui kondisi ruang angkasa itu.
2. Dari hasil penelitian pihak Amerika maupun Negara lain yang juga menyelidiki ruang angkasa belum
ada tanda-tanda tentang kehidupan di luar Bumi ini.
3. Para ilmuwan Muslim sendiri hampir tidak ada yang mengadakan penelitian ke ruang angkasa,
sehingga mereka lebih baik menunggu hasil penelitian mereka.
4. Para ilmuwan Muslim dalam penyelidikan tentang Al Qur’an barangkali masih belum menyeluruh,
sehingga kalau diberi informasi tentang Kitab Sucinya sendiri masih ragu, bahkan cenderung menolak
karena kata mereka di Al Qur’an tidak ada yang menyatakan begitu
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah
beriman.” Dan bila mereka berlalu kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya
kami bersama dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.
*Surat Al-An’am (.6) ayat 112

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia
dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka mewahyukan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan
yang mewah fatamorgana. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka
biarkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan

Dari dua ayat diatas dapat dipahami bahwa setan itu adalah terdiri dari setan jin dan setan manusia,
maka dia adalah sifat yang dimiliki oleh jin dan manusia yang senantiasa melanggar atau menolak
hukum-hukum Allah, karena itu setan-setan itu diancam dengan Neraka (API) tetapi itu baru ancaman,
dan pelaksanaannya adalah nanti di Akhirat. Tentunya yang berlaku bagi manusia bukanlah setan jin
tetapi setan manusia, karena itu banyak Ayat yang menyatakan bahwa setan itu adalah musuh nyata
bagimu, artinya setan itu nyata dan kongkrit berupa setan manusia yang senantiasa menentang hukum
Allah dan mengajak manusia lain untuk kafir atau menolak.

Maka yang dimaksud dengan dunia bukanlah hanya Bumi ini tetapi seluruh semesta atau jagad raya.
Kalau ada orang mengatakan bahwa hidup di dunia ini, berarti hidup di jagad raya ini dan bukan hanya di
Bumi saja. Kalau dunia akan dihancurkan, maka yang dihancurkan bukan hanya Bumi ini saja tetapi
seluruh semesta. Sedangkan Bumi ini hanyalah salah satu planet dari anggota Tata Surya kita,
sedangkan Tata Surya kita ini hanyalah merupakan gugus Bima Sakti berarti hanya bagian kecil dari
Bima Sakti itu.

Coba kita perhatikan ada berapa Galaksi di angkasa itu yang di dalamnya ada milyaran bintang-bintang,
untuk apa semua itu diciptakan Allah kalau dibiarkan kosong tanpa penghuni, Mubazirkan ? padahal
semua itu diciptakan Allah bukan untuk main-main ?
SAMA’/SAMAWAT

Memang benar bahwa berdasarkan arti bahasa bahwa Samawat adalah bentuk jamak dari Sama’ yang
pada umumnya diartikan “langit” atau “angkasa”. Namun sejalan dengan perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi, maka sama’ belum tentu selalu berarti langit. Sedangkan yang dimaksud
langit adalah awang-awang kosong begitu luasnya. Tiap-tiap planet memiliki langit, sedangkan
planet-planet itu tak terhitung jumlahnya di semesta raya ini. Di dalam wilayah Tata Surya kita saja ada
10 planet dan baru 9 yang diketemukan dan masing-masingnya memiliki langit.

Sebagai ilustrasi kami berikan keterangan lain yang hampir mempunyai nilai pandang yang sama. Kalau
orang membuat balai untuk tempat tidur yang terbuat dari kayu biasa (bukan Spring Bed) maka ketika
tempat tidur itu dipasang, dibawahnya ada suatu ruangan yang biasa disebut “kolong” atau orang Jawa
bilang “longan”. Ketika orang sedang membuat balai tempat tidur tadi, maka dia sama sekali tidak
merencanakan untuk membuat kolong atau longan tadi. Tetapi setelah tempat tidur itu dipasang maka
mau tidak mau longan atau kolong itu pasti jadi dengan sendirinya. Dan kalau tempat tidur itu dibongkar
maka longan tadi pun akan hilang dengan sendirinya.

Ilustrasi ini seperti halnya langit tadi. Ketika dulunya semesta raya ini belum ada yang ada hanyalah
kekosongan, dan tidak ada yang namanya langit. Tetapi setelah Allah menciptakan seluruh bintang dan
planet-planet itu maka muncullah yang namanya langit tadi. Akan tetapi kalau nantinya Allah menggulung
semua benda-benda angkasa itu maka yang disebut langit itu akan lenyap dengan sendirinya. Maka
Allah tidak pernah menciptakan langit, karena langit itu ada dengan sendirinya. Demikian juga orang
yang membuat tempat tidur tadi tidak pernah membuat longan tetapi jadi dengan sendirinya ketika
tempat tidur itu dipasang. Itulah gambarannya langit menurut logika dan juga menurut Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi.

Berdasarkan keterangan para ahli astronomi/ahli ruang angkasa bahwa langit Bumi ini saja ada tiga lapis:

* Lapisan s.d. 11 mil di atas Bumi disebut TROPOSFIR/ATMOSFIR.
* Lapisan 11 s.d. 300 mil di atas Bumi disebut STRATOSFIR.
* Lapisan di atas 300 mil disebut : IONOSFIR.

Kesemuanya itu disebut dengan “LANGIT” yang menurut Al Qur’an disebut: SAMA’. Sekiranya orang
mau memperhatikan Ayat-ayat Al Qur’an maka masing-masing istilah Sama’ ternyata mempunyai arti
yang berbeda satu sama lain. Tetapi dalam memahami pengertian ini hendaknya dengan kejernihan hati,
sehingga pikiran menjadi tenang.

*Surat Al-An’am (6) ayat 99

DIA-lah yang menurunkan air (hujan) dari sama’ (atmosfir) lalu Kami keluarkan dengannya tetumbuhan…

*Surat Al-Baqoroh (2) ayat 29

DIA-lah yang menciptakan untukmu apa-apa di Bumi semuanya, kemudian menyelesaikan atas sama’
(Tata Surya) lalu DIA sempurnakan tujuh Samawat (planet-planet) dan DIA mengetahui tiap sesuatu.

*Surat An-Nahl (16) ayat 79

Tidaklah mereka memperhatikan pada yang melayang diedarkan pada kekosongan angkasa (yaitu Tata
Surya), tiada yang menahan kecuali DIA (ALLAH). Bahwa pada yang demikian merupakan Ayat bagi
kaum yang beriman.

*Surat Al-Furqon (25) ayat 25

Dan pada hari terpecah sama’ (Tata Surya) dengan bencana besar dan diturunkan Malaikat dengan
turunnya.

*Surat Fushilat (41) ayat 11

Kemudian menyelesaikan atas sama’ (Tata Surya) dan dia berupa gumpalan api (waktu itu) lalu DIA
katakan padanya (sama’) dan pada Bumi, datanglah (berfungsilah) secara patuh atau terpaksa.
Keduanya berkata: “kami datang secara patuh (berfungsi menurut orbitnya masing-masing).

Kalau diperhatikan, maka sama’ mempunyai berbagai arti:

* Sama’ bisa berarti atmosfir.
* Sama’ bisa berarti Tata Surya.
* Sama’ bisa berarti semesta raya ini.
* Sama’ bisa berarti angkasa/langit.

Kalau kita perhatikan dengan seksama maka: Surat Al-An’am (6) ayat 99, menyatakan bahwa hujan
diturunkan dari sama’, maka dia pasti turun dari atmosfir. Karena tidak mungkin hujan itu turun dari
stratosfir apalagi dari ionosfir.

Surat Al-Baqoroh (2) ayat 29 dinyatakan bahwa Bumi ini banyak dengan istilah “Ardhu jami’an” (Bumi
semuanya), sebab kalau Bumi hanya satu tidak mungkin dikatakan semuanya. Kemudian dinyatakan
diselesaikan atas sama’ berarti Bumi yang jumlahnya banyak itu menjadi satu susunan sama’ yang
mestilah satu Tata Surya, dengan keterangan ada tujuh Samawat (planet-planet) di atas Bumi ini. Maka
sama’ pada ayat ini berarti adalah Tata Surya.

Surat An-Nahl (16) ayat 79 yang menyatakan benda yang melayang pada kekosongan angkasa berarti
adalah seluruh benda-benda angkasa atau Tata Surya itu memang melayang yang diedarkan pada
kekosongan angkasa berarti di semesta raya itu, maka sama’ disini adalah semesta raya. Surat
Al-Furqon (25) ayat 25 menyatakan : “Pada hari terpecah sama’ dengan bencana besar, ….. maka
sama’ pada Ayat tersebut tidak mungkin diartikan “langit” yang terpecah, tapi yang terpecah adalah Tata
Surya itu. Yaitu pada saat terjadinya bencana besar (kehancuran total) maka seluruh Tata Surya itu akan
terpecah susunannya, tidak beraturan karena adanya benturan dan goncangan yang sangat dahsyat.



Planet Sebagai Bahan Renungan

1 komentar

Allah menciptakan manusia sudah dilengkapi dengan Petunjuk-Nya, sehingga manusia tidak perlu
repot-repot mencari atau menyusun Hukum dalam menjalani hidupnya, bahkan tinggal meneliti dan
mempelajari Petunjuk Allah untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Hukum Allah itu
menerangkan hal-hal yang berlaku sampai kiamat bahkan sampai di kehidupan di Akhirat.

Dalam era globalisasi dan informasi sudah saatnya bagi umat Islam untuk berpikir kritis dan dinamis demi kemajuan Islam.
Hal yang perlu dipahami bahwa sesungguhnya Al Qur’an bukan hanya menerangkan
ibadah saja, tetapi lebih jauh dia juga menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu tingkat tinggi yang justru lebih lengkap dan sempurna.

Akan tetapi selama ini yang dipelajari para ilmuwan Muslim baru
sebatas hal yang berkaitan dengan ibadah, dikiranya Al Qur’an tidak mampu menerangkan hal-hal berkaitan dengan segala yang ada di semesta.
Padahal kalau Al Qur’an dipahami dengansungguh-sungguh maka akan muncul Sarjana-sarjana
Al Qur’an dari berbagai disiplin ilmu yang
berkualitas tinggi dan handal. Dengan begitu Ilmu Pengetahuan akan maju pesat sejalan dengan tingkat kemampuan dalam pemahaman Al Qur’an oleh para pemeluk
Islam atau para Ilmuwan itu sendiri.

Kenapa demikian? Karena proses dan langkah yang dilakukan oleh orang yang memahami Al Qur’an akan berbeda dengan yang tidak memahami.
Setiap orang Islam yang memahami Al Qur’an dalam
melakukan penelitian tentang apapun senantiasa mendasarkan Petunjuk Allah dalam Al Qur’an,
sehingga semuanya akan berjalan dengan kepastian dan tidak meraba-raba. Sementara orang yang
tidak mengenal Al Qur’an akan berjalan dengan mencari-cari dan meraba-raba
walaupun akhirnya diantara mereka juga ada yang menemukan tapi prosesnya
sangat panjang dan cukup lama.

Al Qur’an merupakan wahyu dari Allah yang sengaja diturunkan sebagai petunjuk bagi semua manusia
sampai akhir zaman. Petunjuk itu meliputi ibadah, muamalah dan juga tentang berbagai Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi tingkat tinggi termasuk didalamnya tentang ruang angkasa.

Namun pada
umumnya manusia kurang mengerti makna dari petunjuk itu, sehingga mereka memahami dengan
cara-cara tradisional dengan melakukan upacara-upacara tertentu secara turun temurun, secara hafalan
tanpa mengetahui apa yang mereka hafal itu. Cara seperti itu berjalan sangat lamban tanpa
perkembangan bahkan cenderung mundur. Hal seperti itu sudah berjalan cukup panjang selama ratusan
atau mungkin sudah ribuan tahun, karena memang Al Qur’an diturunkan hampir 1.500 tahun yang lalu.

Sebagai bahan pemikiran maka perhatikan petunjuk Allah SWT berikut ini:

*Surat Al-Maidah (5) ayat 3:

Hari ini kami sempurnakan bagimu agamamu dan Aku cukupkan nikmat-Ku untukmu dan Aku ridho Islam
menjadi agamamu…..

*Surat Al-An’am (6) ayat 115

Dan selesailah (sempurnalah) Kalimat Tuhanmu dengan benar dan adil, tiada perubahan bagi
Kalimat-Nya. Dia mendengar mengetahui.

*Surat Ar-Rum (30) ayat 30

Dirikanlah wajahmu untuk agama itu sempurnanya, fitrah Allah yang memfitrahkan manusia atasnya,
tiada perubahan bagi ciptaan Allah, itulah agama yang kokoh (tegak). Tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui.

*Surat At-Taubah (9) ayat 32

Mereka ingin memadamkan Nur (petunjuk) Allah dengan mulut mereka dan Allah menolak ....


Wanita Baja

0 komentar


Di suatu hari raya Rasulullah Saw. berjalan mendatangi sekelompok kaum wanita. Beliau kemudian menasehati mereka dan berkata: "Wahai kaum perempuan, bersedekahlah kalian karena sesungguhnya aku diperlihatkan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah kaum perempuan." Mereka bertanya, "Mengapa demikian wahai Rasulullah? Jawab beliau, "Karena kalian banyak mengumpat dan tidak pandai berterimakasih kepada suami..." (HR. Bukhari).

Dalam hadis lain Rasulullah bersabda pada kaum lelaki:

لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ كُلَّهُ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

"...Walaupun kalian berbuat baik seumur hidup kalian, kemudian mereka melihat sesuatu yang tidak mereka sukai dari kalian, mereka akan berkata: 'Aku tidak melihat kebaikan padamu sedikitpun'." (HR. Bukhari)

Hadis-hadis Rasulullah Saw. yang mulia di atas, memberitahukan kepada kita watak umum kaum wanita. Hadis di atas tidak berarti menghina atau mendiskriminasi kaum wanita sebagai mana anggapan orang yang tidak suka terhadap hadis Rasulullah Saw., melainkan sekadar memberitahukan realita yang ada pada kaum wanita pada umumnya. Sebagaimana perkataan seseorang, "Anak kecil ini belum bisa berfikir dewasa." Hal ini bukanlah penghinaan, melainkan pemberitahuan tentang keadaan yang sebenarnya. Selain itu, Rasulullah tidak hanya memberitahukan realita kekurangan ini, melainkan juga memberi solusi agar para wanita bisa terbebas dari watak yang tidak baik itu, sehingga kemudian mereka dapat meraih derajat yang tinggi di sisi Allah swt. Tentunya solusi yang utama adalah upaya untuk mendekatkan hubungan dengan Allah Swt dengan ibadah. Dan, di antara cara yang paling efektif adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah di atas, yaitu banyak bersedekah. Sebagian ulama mengatakan bahwa menurut pengalaman, wanita yang suka bersedekah dan berderma, jauh dari watak tidak baik di atas. Mereka tidak banyak mengumpat dan juga taat terhadap suami. Dan, perempuan yang taat kepada suaminya berarti pandai berterimakasih dan menyenangkan hati suaminya.

Taat kepada suami adalah ibadah yang paling agung bagi para wanita. Rasulullah Saw. juga mengabarkan bahwa pahala seorang wanita yang taat kepada suaminya sama seperti pahala orang yang berjihad. Coba bayangkan, untuk mendapatkan pahala jihad, seorang laki-laki harus membayarnya dengan harta dan nyawanya. Tetapi bagi perempuan cukup baginya untuk taat kepada suaminya. Tetapi taat kepada suami, bukanlah ibadah yang remeh. Ia adalah ibadah yang sangat berat, dan membutuhkan kesabaran dan istiqamah. Ia bukan ibadah sehari dua hari. Ia adalah ibadah sepanjang hidup wanita sebagai isteri seorang lelaki. Bukti bahwa ibadah ini berat adalah banyak para wanita yang tidak mampu taat kepada suaminya dan cenderung terdorong oleh hawa nafsu.

Di zaman sekarang, banyak wanita yang tidak tahan menjadi isteri yang taat terhadap suami kecuali yang mendapat rahmat dari Allah. Hanya karena sedikit permasalahan saja mereka kemudian ingin minta cerai. Terutama masalah nafkah bagi suami yang tidak mampu. Ketika mereka merasa suaminya tidak bisa memberikan harta yang cukup, dengan gampang mereka meminta cerai, padahal suaminya telah potang-panting bersusahpayah. Persis seperti yang disabdakan oleh Nabi di atas: "...Walaupun kalian berbuat baik seumur hidup kalian, kemudian mereka melihat sesuatu yang tidak mereka sukai dari kalian, mereka akan berkata: 'Aku tidak melihat kebaikan padamu sedikitpun'."

Maka, wanita baja adalah mereka yang menerima suaminya apa adanya. Baik dalam suka maupun duka, kaya atau miskin, selama suaminya taat kepada Allah Swt. dan telah menjalankan kewajibannya sebagaimana mestinya. Wallahua'lam


Dikutip dari: http://www.sinaimesir.com/

Tiga Mujahidin Yang Syahid Bersama Amir Muaz

0 komentar

Sebuah siaran pers yang diposkan di website Jamaah Syariah telah mengidentifikasi tiga orang mujahidin yang syahid bersama panglima Muaz di sekitar Makhachkala pada 5 Februari 2009.

Saudara kami, panglima Muaz (Umar Sheykhullayev), Hajimurad, Aslan, dan Abdullah, telah syahid.

Amir Muaz, komandan Front Dagestan Emirat Islam Kaukasus, berpartisipasi dalam Jihad sejak awal. Ia terlibat dalam berbagai operasi terkenal dan menyerang banyak orang kafir. Ia adalah seorang mujahid yang berpengalaman dan tulus, yang memilih jalan Allah dan meninggikan agama-Nya.

Panglima kami tidak bersembunyi di belakang tentara-tentara mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Komandan Muaz secara personal berpartisipasi dalam banyak penyerangan. Atas perintahnya dan dengan partisipasi pribadinya, Jenderal Lipinskiy berhasil disisihkan. Panglima Muaz secara pribadi mengambil bagian di pemboman dan serangan tembak pada para murtadin di Shamilkala.

Saudara laki-laki kami, Hajimurad, Aslan, dan Abdullah sudah ambil bagian dalam Jihad sejak lama. Mereka menolong mujahidin dan kemudian hijrah ke jalan Allah atas keinginan mereka sendiri.

Hajimurad adalah seorang yang hafidz, ia menghafal al-Quran dengan ingatannya sebagaimana Jibir, saudaranya (insyaAllah syahid). (Althaf/arrahmah)


Di Kutip Dari:
http://www.arrahmah.com/

Detik-Detik Kepergian Rasul

0 komentar
Terdengar di balik pintu tiba2 seseorang berseru dan mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk? Tapi Fatimah tidak mengizinkan orang itu masuk, Fatimah berkata"Maafkanlah, ayahku sedang sakit," kata Fatimah sambil membalikkan badannya dan sekalian menutup pintunya.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Fatimah menjawab" "saya tidak tahu ayah, sepertinya orang itu baru ini saya lihat

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang begitu dalam. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah wahai anakku, Dialah malaikatul maut, Fatimah pun menahan sesak tangisnya. akhirnya Malaikat maut datang menghampiri Nabi, Rasulullah bertanya pada izra'il apakah Jibril tidak ikut serta?

Kemudian Izra'il memanggil Jibril yang sebelumnya sudah bersiap menyambut ruhnya Nabiullah.Rasulullah menanyakan lagi kepada Jibril. Jibril,tolong jelaskan apa saja hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "jibril menjawab. Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. ternyata yg demikian itu tidak membuat Rasulullah lega, bahkan terlihat di matanya masih penuh rasa kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini ya Rasulullah?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melaksanakan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh.
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan mukanya. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Saya cuma tidak sanggup melihatnya Wahai Rasulullah," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, sakit amat sakratul maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibir Rasulullah bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. Uushiikum bis shalati, wamaa malakat aimanukum"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah.Ummatii, ummatii, ummatiii.. "Umatku, umatku, umatku"

Saking khawatirnya Rasulullah untuk masa depan ummatnya,sehinga dalam keadaan sakratul mautpun masih sempat memanggil2 umatnya,bahkan perkataan Rasulullah seperti "Uushiikum bis shalati, wamaa malakat aimanukum Sempat terucap dari bibirnya. Mengapa Rasulullah berkata "peliharalah shalat. Shalat ibarat salah satu pondamen penentu tegaknya sebuah bangunan,maka shalat adalah pondamen dalam islam,arti shalat adalah do'a, atau harapan,atau ingin hidup dengan islam satu-satunya penataan tiada tanding.

Dan kemudian yg di maksut orang2 lemah adalah jika di suatu nengri sudah bergelimbang penganguran atau kemiskinan maka itu suatu tanda bahwa islam sudah tiada. Jika kita telaah menurut pandangan sejarah,islam itu tegak di saat dunia sedang kacau.

Rasulullah saw. adalah satu-satu nya manusia yg menguasai ilmu Allah yakni Alquran,Ia mengetahui bagaimana perkembangan atau kemajuan islam kelak sekalipun hal itu belum terjadi.Sehingga dalam keadan sakratul maut pun Rasulullah ber ulang2 memanggil umatnya

Sudahkah kita mencintai Allah dan RasulNya,bagai mana yg di maksut mencintai Allah dan RasulNya? Yg di maksut mencintai Allah dan RasulNya adalah:Mencintai hidup dengan ajaran Allah menurut sunnah rasulNya yaitu hidup berpandangan dan bersikap dengan ajaran Allah yakni alquran menurut sunnah rasulNya

Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin... Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat. Wallahu'alam


Banner Animasi

1 komentar
Dalam dunia maya juga tidak ketinggalan dalam berbagai iklan antaralain adalah banner animasi,banner ini begitu mengagum kan,buktinya jika sebuah situs atau blog tdk ada iklan animasi pasti terasa kaku dan sepi, makaya jgn lupa yah di kopi ke blogmu.
Waaw.... Keren banget,Kode banner animasinya tingal di kopi lalu paste keblog mu langsung jadi keren kan..?
kunjungi aja http://www.alimmahdi.com kamu pasti dapat hehehe....



Copyright © ABDYA ACEH INDONESIA